Pernah kau bayangkan betapa remuknya jiwa ini ketika perlahan orang-orang yang selama ini kau sangka peduli tetapi ternyata membuang jauh bentuk kepedulian itu?
Ada masanya mereka datang, lalu seperti sudah kuduga , pergi juga. Menyisakan sebuah tanda tanya besar dikepala. Apa salahku hingga membuat mereka pergi begitu saja? Ataukah memang ini merupakan takdir abadiku yang seterusnya nelangsa karena baku hantam batin?Aku merasa dibodohi dan membodohi diriku sendiri. Betapapun besar bentuk kepedulianku pada mereka namun berbalaskan dengan tamparan yang menghujam diriku. Lemah. Aku lemah. Ketika seorang kawan bertanya, "Kamu kenapa lun?" Dengan nada kekhawatirannya, biasa kujawab "Aku nggak apa² kok," dengan senyum getirku.
Ah tak apalah aku membohongi untuk beberapa saat.
Mereka yang pergi biarlah pergi. Aky tak pantas lagi mengemis-ngemis belaian mereka, yang sepertinya hanya kesemuan belaka. Mungkin ini waktuku untuk melangkah, entah untuk apa. Entah untuk siapa. Rasanya, kebahagiaan itu hanya dapat kutemukan di dalam cerita-cerita pengantar tidurku di masa kecil dulu. Yang kuminta, Tuhan.. kuatkan aku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar